Minggu, 12 Oktober 2014

Jika aku punya perusahaan

Jika aku punya perusahaan

Langkah pertama sebelum membangun perusahaan adalah memantapkan hati untuk benar – benar terjun ke dunia bisnis agar saya bisa tetap ulet dan pantang menyerah dalam mengerjakan bisnis ini. Selain itu saya juga harus memiliki kepercayaan diri bahwa bisnis yang akan saya rintis ini akan berkembang dengan pesat. Setelah saya benar – benar yakin maka saya akan mulai  memikirkan sebuah ide yang hebat untuk bisnis yang akan saya rintis  serta menentukan pasar yang tepat untuk menuangkan ide tersebut agar bisnis yang akan saya rintis mampu berkembang dengan pesat. Pertumbuhan yang cepat tentu saja akan menarik perhatian para investor untuk turut ambil bagian dalam memberikan dana untuk bisnis yang saya kelola.
Saya juga harus mempersiapkan beberapa opsi untuk nama perusahaan yang akan saya dirikan serta  menentukan domisili perusahaan. Saya juga akan menggali informasi sebanyak mungkin mengenai hal – hal yang mungkin akan saya perlukan dalam membentuk perusahaan entah itu dengan cara bertanya pada orang – orang yang berpengalaman serta meminta saran dan pendapat mereka atau mungkin membaca buku – buku yang memuat tentang tips dan trik dalam membentuk perusahaan agar saya memiliki strategi agar mempermudah sekaligus membantu saya dalam memperhitungkan anggaran – anggaran yang nantinya akan dikeluarkan. Selain itu juga strategi yang digunakan dalam merintis bisnis merupakan kunci untuk mengembangkan perusahaan. Saya juga harus mampu mengenali pesaing – pesaing bisnis yang lain dan yang terpenting adalah saya harus menyiapkan data – data yang di perlukan selengkap – lengkapnya.
Setelah itu saya akan mulai merekrut beberapa karyawan yang mampu membantu menjalankan bisnis yang saya rintis. Karyawan yang saya miliki haruslah orang – orang yang kreatif, fleksibel dan juga inovatif. Mereka juga haruslah orang – orang yang benar – benar ahli dalam bidangnya dan jika saya telah berhasil membuat bisnis saya berjalan dengan baik dan memiliki beberapa klien maka saya akan mencoba mengembangkan usaha saya. Langkah yang bisa diambil mungkin dengan cara merekrut lagi beberapa karyawan – karyawan baru untuk menjadi tim dengan karyawan – karyawan pertama. Intinya, semakin berkembang bisnis semakin banyak juga karyawan yang harus direkrut dan yang terpenting adalah tim ini harus bisa saling terbuka satu sama lain mengenai keadaan perusahaan.
            Perusahaan saya ini akan saya usahakan memiliki fasilitas – fasilitas yang lengkap sehingga memudahkan para karyawan dalam mengerjakan tugasnya. Saya juga akan mengusahakan membina hubungan yang baik dengan karyawan sehingga karyawan merasa nyaman bekerja di perusahaan sehingga karyawan akan lebih termotivasi untuk bekerja dengan baik dan menghasilkan produk yang baik pula. Produk yang baik akan para pelanggan menjadi puas dan apabila pelanggan merasa puas maka besar kemungkinan mereka menjadi sangat loyal dan tidak akan pindah ke lain hati atau dengan kata lain setia pada produk dari ;perusahaan. Tentu saja saya akan terus berusaha untuk terus mengeluarkan produk – produk yang berkualitas baik untuk memuaskan pelanggan dan agar para pelanggan tetap setia menggunakan produk perusahaan saya dan tak lupa saya juga akan terus berusaha menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Karena itu ketika karyawan dari perusahaan saya menawarkan produk dari perusahaan haruslah dengan cara yang ramah dan sopan. Mereka haruslah orang – orang yang siap melayani pelanggan, memiliki informasi tentang produk sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik  dan bersedia mendengarkan keluhan dari para pelanggan.
.
           


Selasa, 20 Mei 2014

Konsep Penyesuaian Diri yang Sehat



Konsep Penyesuaian Diri yang Sehat
            Kita tentu sering mendengar kata “ Penyesuaian Diri “ bukan? Tidak hanya itu bahkan dalam kehidupan sehari – hari kita dituntut untuk bisa menyesuaikan diri kita dengan lingkungan tempat kita tinggal dan juga orang – orang yang berada di sekitar kita. Karena, bila kita tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan sangat merepotkan untuk diri kita sendiri. Namun, apa sebenarnya arti “ Penyesuaian Diri” itu ?
            Penyesuaian diri sebenarnya sangat sulit untuk didefinisikan. Kenapa? Karena kata “Penyesuaian Diri “ ini memiliki arti yang beraneka ragam selain itu juga karena criteria penyesuaian diri tidak dapat dirumuskan dengan jelas namun dari sudut pandang Psikologis, penyesuaian diri dapat diartikan sebagai pemuasan kebutuhan, Keterampilan dalam pemuasan kebutuhan, keterampilan dalam menangani frustasi dan konflik, Ketenangan pikiran/ jiwa , atau bahkan pembentukan simtom – simtom. Penyesuaian diri ini dapat disamakan dengan adaptasi. Meskipun terdapat persamaan pada “Penyesuaian Diri” dan “Adaptasi “ namun terdapat juga perbedaan yaitu penyesuaian diri yang kompleks tidak cocok dengan konsep adaptasi biologis yang sederhana.
            Kartono mengungkapkan beberapa aspek – aspek Penyesuaian diri yang meliputi :
1.      Memiliki perasaan afeksi yang kuat, harmonis dan seimbang sehingga akan merasa aman, baik budi pekertinya dan mampu bersikap hati – hati.
2.      Memiliki kepribadian yang matang dan terintegrasi baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, mempunyai sikap tanggung jawab, berfikir dengan menggunakan rasio, mempunyai kemampuan untuk memahami serta mengontrol diri.
3.      Mempunyai relasi social yang memuaskan ditandai dengan kemampuan untuk bersosialisasi dengan baik dan ikut berpartisipasi dalam kelompok.
4.      Mempunyai struktur system syaraf yangs ehat dan memiliki daya lenting psikis untuk mengadakan adaptasi.

Berikut ini adalah karakteristik dari penyesuaian diri yang positif. Yaitu:
1.      Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional yang berlebihan.
2.      Tidak menunjukkan adanya mekanisme pertahanan yang salah.
3.      Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi.
4.      Memiliki pertimbangan yang rasional dalam pengarahan diri.
5.      Mampu belajar dari pengalaman.
6.      Bersikap realistic dan objektif.
Dalam Penyesuaian diri secara positif, individu akan melekukan hal – hal berikut ini. Yaitu :
-          Penyesuaian diri dalam menghadapi masalah secara langsung
Individu akan menghadapi masalah yang dimilikinya secara langsung dengan menanggung segala akibat yang mungkin terjadi.
-          Penyesuaian diri dengan melakukan eksplorasi
individu akan mencari pengalaman untuk membantunya menyelesaikan masalah yang sedang dialaminya.
-          Penyesuaian diri dengan trial dan error
Individu akan melakukan tindakan coba – coba
-          Penyesuaian diri dengan subsitusi
Apabila individu gagal menyelesaikan masalah dengan satu cara maka ia akan mencoba menyelesaikan masalah dengan cara lain.
-          Penyesuaian diri dengan belajar
Dengan belajar individu dapat memperoleh ilmu dan keterampilan yang akan berguna untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.
-          Penyesuaian diri dengan pengendalian diri
Penyesuian diri akan lebih efektif jika individu tersebut mampu mengendalikan dirinya sendiri.
-          Peneyesuaian diri dengan perencanaan yang
Sikap dan tindakan yang diambil merupakan sesuatu yang telah dipikirkan matang – matang.

Menurut Schneiders ( 1984),setidaknya ada lima fator yang dapat mempengaruhi proses penyesuaian diri remaja, yaitu :
- Kondisi fisik
-          Kepribadian
-          Proses belajar
-          Lingkungan
-          Agama dan budaya

            Sebenarnya penyesuaian diri seseorang melibatkan individu tersebut dengan lingkungannya. Berikut adalah beberapa lingkungan yang dianggap dapat menciptakan penyesuaian diri yang cukup sehat.
-          Lingkungan keluarga
-          Lingkungan teman sepergaulan
-          Lingkungan sekolah/ universitas/ tempat kerja
            Untuk beberapa orang mungkin ada yang merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Berikut beberapa tips agar kita mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
-          Menyingkirkan pikiran – pikiran negatif kita tentang lingkungan baru
Terkadang saat akan memasuki lingkungan baru seperti misalnya saat akan masuk dunia perkuliahan kita seringkali dihinggapi perasaan – perasaan negatif seperti rasa takut bisa menemukan teman yang cocok dengan kita dan lainnya. Jika memang hal ini yang menjadi ketakutan kita cobalah untuk mencari informasi sebanyak – banyaknya tentang universitas yang akan kita masuki dan cobalah untuk lebih membuka diri pada orang lain.
-          Mempersiapkan diri sebaik – baiknya
Setelah mencari – cari informasi tentang lingkungan baru yang akan kita masuki langkah selanjutnya adalah mempersiapkan diri.
-          Persiapkan mental
-          Mencoba untuk lebih sering membuka pembicaraan dengan orang lain
Sumber
Samiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
Gerungan. (1987). Psikologi Sosial. Bandung: PT Erasco
Martaniah, Sri M. (1964). Peranan Orang Tua dalam Perkembangan Kepribadian. Yogyakarta : Jiwa Baru

Senin, 07 April 2014

Stress & Pandangan para ahli



Stres
Pengertian Stress Menurut:
Hans Selye
“ Stress adalah respon manusia yang bersifat non spesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya “ ( Pusdikes, Dep.kes.1989)
Lazarus (1976)
“ Stress adalah suatu keadaan psikologis individu yang disebabkan karena individu dihadapkan pada situasi internal dan ektrenal”
Korchin (1976)
“ Keadaan stress muncul apabila tuntutan – tuntutan yang luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integritas seseorang”
Vincent Cornelli
Sebagaimana dikutip oleh Grant Brect (2000) yang dimaksud dengan stress adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh oerubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu dalam lingkungan tersebut.

Jenis – jenis Koping Stress
Lazarus membagi koping menjadi dua jenis, yaitu:
1.      Tindakan langsung ( Direct Action)
Coping jenis ini adalah setiap usaha tingkah laku yang dilakukan individu untuk mengatasi kesakitan atau luka, ancaman atau tantangan dengan cara mengubah hubungan yang bermasalah dengan lingkungan. Koping jenis tindakan langsung ada empat jenis, yaitu:
§  Mempersiapkan diri untuk menghadapi luka
Individu melakukan antisipasi untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya dengan cara menempatkan diri langsung pada kondisi yang menimbulkan bahaya dan melakukan aksi yang sesuai dengan bahaya tersebut.

§  Agresi
Agresi dilakukan dengan cara menyerang seseorang atau sesuatu yang dinilai mengancam atau akan melukai. Agresi dilakukan bila individu tersebut merasa dirinya lebih kuat daripada seseorang atau sesuatu yang mengancam tersebut.
§  Penghindaran
Tindakan ini dilakukan apabila seseorang atau sesuatu yang dianggap mengancam dianggap lebih berkuasa dan berbahaya sehingga individu tersebut lebih memilih untuk menghindar atau melarikan diri dari situasi yang dianggap mengancam.

§  Apati
Jenis koping ini merupakan pola dari individu yang merasa putus asa. Apati dilakukan dengan cara individu tersebut tidak melakukan apapun dan mnerima begitu saja seseoramg ataus esuatu yang melukai.

2.      Peredaan atau Peringanan
Koping ini mengacu pada tindakan mengurangi/ menghilangkan atau mentoleransi tekanan – tekanan  kebutuhan atau fisik, motoik atau gambar afeksi dari tekanan emosi yang dibangkitkan oleh lingkungan yang bermasalah. Koping jenis ini ada dua macam, yaitu:

§   Diarahkan Pada Gejala
Koping ini digunakan bila gejala – gejala gangguan muncul dari diri individu.

§  Cara Intrapsikis
Koping ini menggunakan perlengkapan psikologis yang biasanya dikenal dengan istilah defense mechanism.
Jenis – jenis koping yang konstruktif dan positif.
1.      Coping yang konstruktif
§  Escape : Menghilangkan stress dengan cara melarikan diri dari masalah dan beralih pada hal – hal yang negatif, seperti merokok
§  Accepteance : Memilih pasrah karena berangapan tidak ada lagi yang dapat memecahkan masalah.
§  Avoidance : Berusaha membantah dan meningkari serta berusaha untuk melupakan masalah – masalah yang dialami.
§  Avoidant Coping : Strategi yang dilakukan individu untuk berusaha menjauhkan diri mereka dari sumber stress dengan cara melakukan suatu aktivitas atau dengan menarik diri dari suatu kegitan yang berpotensi menimbulkan stress.

2.      Coping yang postif
§  Active Coping : Strategi yang ditncang untuk mengubah cara pandang individu terhadap sumber masalah.
§  Problem Solving Focused Coping : Individu secara aktif berusaha mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stress.
§  Distance : Usaha untuk menghindari permasalahan dan menutupinya dengan pandangan positif dan menganggap remeh suatu masalah.
§  Planful Problem Solving : Individu membentuk suatu strategi dan perencanaan untuk menghilangakn atau mengurangi stress dengan melibatkan tindakan teliti, hati – hati, bertahap, dan analitis.
§  Positif Reappraisal : Usaha untuk mencari makna positif dari suatu permasalahn
§  Self Control : Bentuk penyelesaian masalah dengan cara berusaha menahan diri, mengatur perasaan, tidak tergesa – gesa dalam mengambil keputusan.
§  Emotional Focused Coping : Melibatkan usaha – usaha untuk mengatur emosi dalam usaha penyseusian diri dengan dampak yang ditimbulkan oleh kondisi yang pebuh tekanan.
§  Seeking Social Suport : Suatu cara yang dilakukan individu dengan cara mencari dukungan social
§  Positive Reinterprestation : Respon dari individu dengan cara mengubah dan mengembangkan dalam kepribadiannya atau mencoba mengambil pandangan positif dari masalah.


Teori Kepribadian Sehat menurut :
Allport
Menurut Allport kepribadian yang sehat pada dasarnya mempunyai pandangan yang optimistic dan penuh harapan mengenai kemanusiaan. Allport yakin bahwa takdir dan karakter manusia tidak ditentukan oleh motif tak sadar melainkan oleh pilihan yang disadari yang manusia itu buat di masa sekarang ini. Manusia bukanlah sesuatu yang bersifat otomatis, yang bereaksi begitu saja terhadap dorongan – dorongan dari system penghargaan dan hukuman karena manusia mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Manusia tidak hanya berusaha mencari cara untuk menurunkan tekanan, namun juga berusaha untuk mempertahankan tekanan – tekanan baru. Manusia tentu saja menginginkan perubahan serta tantangan yang bersifat aktif dalam hidupnya. Allport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat kebelakang.
            Menurut Allport pribadi yang sehat biasanya mempunyai masa kecil yang relative tidak traumatis walaupun pada tahun – tahun berikutnya mereka dapat menghadapi konflik penderitaan. Orang – orang yang sehat secara psikologis tidak terbebas dari kelemahan – kelemahan ataupun keanehan – keanehan yang membuat mereka unik. Selain itu, usia juga tidak diperlukan dalam kedewasaan, walaupun manusia yang sehat kelihatan lebih dewasa saat umur mereka bertambah. Kemudian, apa yang menjadi hal – hal spesifik yang dibutuhkan untuk eksehatan psikologis? Allport (1961) mengidentifikasikan enam criteria kepribadian yang matang.
1.      Perluasan perasaan diri
Pribadi yang matang akan terus mencari untuk dapat mengidentifikasi diri dan berpartisipasi dalam kejadian yang terjadi di luar mereka. Mereka tidak hanya terpusat pada diri sendiri namun juga mampu untuk terlibat dalam masalah dan aktivitas diluar diri mereka.
2.      Hubungan yang hangat dengan orang lain
Hubungan yang hangat sangat bergantung pada kemampuan seseorang untuk memperluas perasaan diri mereka. Manusia yang sehat secara psikologis memperlakukan orang lain dengan rasa hormat, serta menyadari bahwa kebutuhan, keinginan, dan harapan orang lain merupakan hal yang tidak sepenuhnya asing.
3.      Keamanan emosional
Manusia yang sehat secara psikologis tidak akan terlalu sedih jika terjadi hal – hal yang diluar rencana atau mereka “hanya mengalami hari yang buruk” . Mereka tidak akan terus berkutat dengan gangguan kecil
4.      Persepsi yang realistis
Mereka tidak hidup di dalam dunia fantasi . Mereka berfokus pada masalah dan lebih berinteraksi dengan dunia.
5.      Insight dan humor
Pribadi yang matang mengenal dirinya sendiri. Mereka juga memiliki selera humor yang tidak kasar yang memberikan mereka kapasitas untuk menertawakan diri mereka sendiri .
6.      Filosofi kehidupan yang integral
Manusia yang sehat memiliki pandangan yang jelas dalam tujuan hidup mereka. Tanpa pandangan tersebut, insight mereka akan terasa kosong serta akan memiliki humor yang dangkal dan sinis
Carl Rogers
            Menurut Rogers orang yang memiliki kerpibadian yang sehat adalah orang – orang yang dapat mengaktualisasikan diri. Jadi, manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak seperti yang diungkapkan dalam aliran Freudian. Rogers berpendapat bahwa masa lalu memang mempengaruhi pandangan seseorang tentang masa kini dan hal ini tentu saja juga akan berpengaruh pada kepribadiannya.
            Menurut pendapat Rogers ciri – cirri orang yang berfungsi sepenuhnya adalah sebagai berikut :
1.      Mudah beradaptasi
2.      Manusia – manusia masa depan akan lebih terbuka atas pengalaman – pengalaman
3.      Sepenuhnya hidup pada masa kini.
4.      Tetap percaya akan kemampuan mereka untuk merasakan hubungan yang harmonis dengan orang lain.
5.      Manusia masa depan akan lebih terintegrasi, lebih utuh, tanpa batasan – batasan buatan antara proses kognitif yang dilakukan secara sadar maupun secara tidak sadar.
6.      Mempunyai kepercayaan akan kemanusiaan.
7.      Lebih menikmati kekayaan diri

ü  Hall.S.C,lindzey.G.1993. Psikologi Kepribadian 2. Yogyakarta: Kanisius
ü  Schultz, D.1991. Psikologi Perumbuhan: Model – model Kepribadian Sehat . Yogyakarta: Kanisius.
ü  Rochman,K.L. 2010. Kesehatan Mental.Purwekerto: Fajar Media